-->



Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page


Gawat !! Tiga Jurnalis Dìaniaya Puluhan Warga Jl Bunga Mayang Lau Cih, Karena Tidak Akui Ikut Kelompok Perampok Bersenjata Api



MEDAN \||/ SUMATERA UTARA, WARTAONE.CO.ID — Saat melakukan Investigasi terkait Perjudian di Kecamatan Tuntungan tiga oknum jurnalis dianiaya serta difitnah ikut dalam komplotan perampok diduga bersenjata api yang mana sekira 2 jam sebelum nya telah terjadi đi wilayah tersebut pada hari Minggu 26 Juli 2026


Kejadian bermula pada hari minggu 26 juli 2026i di jalan Bunga Mayang lauchi Kelurahan siderejo kec.medan tuntungan pada pukul 19.30 wib dimana dikabarkan dua orang pria berkendara merampas HP milik warga setempat dengan menggunakan senpi. kejadian tersebut sdh di tangani oleh Polsek Medan Tuntungan.


setelah beberapa jam kemudian tepatnya pukul 21.30 wib, tiga Jurnalis atau wartawan meľntas di daerah tersebut dalam tugas rutin melakukan liputan investigasi atas laporan masyarakat ada dugaan perjudian serta peredaran narkoba.


Sesampai di lokasi tiga wartawan tidak menemukan adanya aktivitas perjudian dimaksud, akan tetapi begitu keluar darï lokasi, ketiga oknum tersebut tiba-tiba dijegat oleh puluhan pemuda setempat dengan alasan ketiganya teřsebut merupakan komplotan perampok bersenpi.


ketiga wartawan dipaksa mengakui kalau mereka merupakan teman dari perampok yang telah melakukan kejahatan sebelumya terjadi di wilayah tersebut. salah satu pemuda tersebut mengatakan, "kalian kan teman yang rampas HP warga tadi,. panggil yang ambil HP tadi, kalau tidak, kalian akan kami matikan," ucapnya.


ketiga wartawan tersebut lalu mengatakan, "kamì dari media bang. kami tidak tahu yang abang maksudkan, kembalikan HP, karena kami hanya sedang melakukan liputan investigasi terkait perjudian bang," ucap salah satu wartawan yakni FP.


Namum para pemuda setempat itu bertindak semakin beringas dan tidak percaya, sampai mereka tega melakukan penganiayan dengan kekerasan dengan menggunakan sekop menghantam kepala salah satu oknum media dari belakang yang menyebabkan luka di kepala serta pukulan di bagian wajah.


Setelah satu pemuda tersebut menghubungi kepala lingkungan dan tiba di lòkasi, masih saja para pemuda tersebut melakukan penganiyaan. kepling saat itu terkesan membiarkan dengan tidak melakukan pencegahan atas tindak penganiyaan yang dilakukan puluhan warganya terhadap ketiga wartawan.




Beruntung Sampai tiba polisi di lokasi. namum salah satu pemuda tersebut pun tetap melakukan pemukulan dan terkesan tidak menghargai petugas kepolisian yang hadir. Kemudian pada saat itu juga ketiga wartawan dibawa diamankan ke polsek. 


Saat dimintai keterangan oleh petugas, ketiga wartawan tidak ditemukan adanya indikasi seperti tuduhan warga tersebut, sehingga salah satu jurnalis media yang terluka, balik membuat laporan atas penganiayaan yang terjadi pada dirinya.


Tidak terima dengan perbuatan penganiayaan oleh pemuda setempat itu, para korban yang berprofesi sebagai wartawan tersebut, akhirnya membuat laporan intimidasi dan penganiayaan kejam yang dialami ketiganya, laporan mereka tertuang dalam laporan polisi (LP) di nomor.LP/B/326/VII/2026/SPKT/POLSEK MEDAN TUNTUNGAN/POLRESTABES MEDAN/POLDA SUMATERA UTARA tanggal 27/7/2026.(FP)

Leave A Reply