-->



Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page



MEDAN \|/ SUMATERA UTARA, WARTAONE.CO.ID - : Perampasan sepeda motor oleh sekumpulan orang yang menjual jasa untuk menagih hutang atau yang disebut debt collector sudah meresahkan warga Medan.


Kasus perampasan sepeda motor seperti ini seringkali terjadi di jalanan. Tak pandang bulu laki-laki maupun perempuan, tua ataupun muda, menjadi sasaran perampasan sepeda motor dijalanan oleh debt collector.





Clara beserta temannya Desy mengaku kaget, karena saat mereka berkendara di jalan Setia Budi menuju ke Universitas Sumatera Utara (USU) pada hari Selasa 20/02/2024, sekitar pukul 11.00 Wib tiba-tiba dipepet Dua orang tidak dikenal (OTK) yang berperawakan tinggi besar dan Mereka menghentikan kendaraannya serta kemudian membawa ke sebuah Kantor di Jalan Sei Rokan.


"Hari Selasa itu kami berkendara di jalan Setia Budi menuju ke Universitas Sumatera Utara sekitar pukul 11.00 Wib di simpang jalan Sei Rokan, tiba-tiba kami dihentikan dan dipepet Dua orang tidak dikenal (OTK) berperawakan tinggi besar dan kemudian kami dibawa ke sebuah Kantor di Jalan Sei Rokan dengan alasan untuk mengecek Nomor Mesin dan nomor rangka kendaraan," terang Clara diaminkan oleh temannya Desy kepada awak media, Rabu (21/2/2024)..


Sesampainya di kantor tersebut, kedua orang tidak dikenal tersebut memaksa meminta kunci sepeda motor yang dikendarainya diparkir diluar diteras. Sedangkan Clara bersama temannya Desy diajak kedalam kantor untuk menghadap pihak pegawai untuk mendapatkan penjelasan terkait perampasan sepeda motornya itu yang perlu diketahui adalah milik saudara yakni pamannya Dedy Syaputra.


"Saya hanya ditanya sebentar dan diminta untuk menandatangani sebuah surat tapi saya tidak mau. Setelah saya keluar, ternyata sepeda saya sudah hilang tidak ada lagi di kantor Jalan Sei Rokan tersebut. Akhirnya saya bersama teman pulang menggunakan angkutan online," ungkapnya.


Setelah beberapa saat kemudian Clara menghubungi nomor pamannya Dedy dan Kenalannya Rustam Tambunan, yang kemudian menjadi kuasa hukumnya untuk memastikan keadaan tersebut yang sepertinya tidak ada kejelasan penyelesaian.


"Saya tiba di kantor tersebut untuk meminta kejelasan duduk perkara peristiwa yang menimpa klien saya, saat itu saya tidak melihat keberadaan sepeda motor klien saya," ungkap Rustam Tambunan kepada awak media.





"Setelah saya menanyakan keberadaan Sepeda motor klien saya disitu, pihak karyawan perusahaan tersebut mengatakan bahwa perusahaan tersebut adalah PT.Cakra dan unit Sepeda motor klien saya sudah dipindahkan ke Wom finance jalan Thamrin," tuturnya.


"Klien saya, Dedy Syaputra memang ada pinjaman dana tunai dengan jaminan BPKB sepeda motor di Wom finance, dan setahu saya, saat ini mengalami keterlambatan pembayaran selama empat bulan," tambahnya.


Menanggapi Peristiwa perampasan sepeda motor yang merupakan hak milik kliennya tersebut, pihaknya akan segera melaporkan secara resmi ke Pihak kepolisian. Dengan harapan, sepeda tersebut bisa kembali karena saudara Dedy yang membeli tunai dan memiliki buku pemilik kendaraan bermotor atau BPKB.


"Kami selaku kuasa hukum korban akan segera melayangkan laporan dugaan perampasan dengan kekerasan dan Penggelapan yang dilakukan oleh debt collector kepada pihak kepolisian," ujar Rustam Tambunan bersama rekannya Rio Tampubolon SH kepada awak wartawan.


Rustam Tambunan didampingi Rio Tampubolon SH meminta kepada pihak kepolisian agar memberikan tindakan tegas kepada debt collector yang telah dengan terang-terangan melakukan perampasan motor milik kliennya.


"Tindak tegas para oknum Terduga pelaku Perampasan Kendaraan di jalanan itu, jangan biarkan berkeliaran. Berikan ketenangan kepada masyarakat yang selama ini resah dan dirugikan karena ulah mereka," katanya.


Pantauan wartawan, debt collector saat ini bergeraknya bergerombol di beberapa titik di kawasan perkotaan. Selain daerah jalanan utama, mereka juga berada di persimpangan jalan, seperti Jalan Setia Budi dan dibeberapa titik keramaian seputar kota Medan. (***)

Leave A Reply