-->



Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page



MEDAN \|/ SUMATERA UTARA, WARTAONE.CO.ID - Dengan membubuhkan tanda tangan, Forum Rakyat (FR) melaksanakan Deklarasi Rakyat Lawan Kecurangan Pilpres 2024. Terlihat antusias ratusan pengurus Forum rakyat dan warga Medan membubuhkan tandatangan pada spanduk kain putih yang terbentang saat deklarasi di depan Istana Maimoon Jalan Brigjen Katamso Medan tempat deklarasi berlangsung, Jumat (26/01/24).




Koordinator Presidium Forum Rakyat/Inisiator dan Deklator, Azhari A.M Sinik menegaskan bahwa saat pesta demokrasi kita meminta seluruh rakyat Indonesia untuk mengawal dan melawan segala bentuk intimidasi, tekanan, paksakan memilih Capres/Cawapres dan kecurangan dalam bentuk keterlibatan aparatur negara dan seluruh organ dibawah pemerintah.


Dalam himbauannya, bahwa kami rakyat Indonesia tidak akan henti menyuarakan seruan moral dan etik netralitas Pemerintah, TNI/Polri dan ASN, Lurah/Kepala Desa, Kepala Lingkungan, agar Pemilihan Legislatif dan Pilpres berjalan adil tanpa kecurangan.


Forum Rakyat mendukung para Kepala Desa dan Kepala Lingkungan melawan setiap pemaksaan kehendak mendukung Capres/Cawapres tertentu. “Kami Ingatkan kepada penyelenggara Pemilu/Pilpres 2024 KPU/Bawaslu bekerja profesional dan tidak berpihak demi memastikan Pilpres tanpa kecurangan,” ujar Azhari.


Pada akhir statementnya, elemen Forum Rakyat mengajak Presiden RI, para menteri dan pejabat pemerintah agar bersikap bijaksana dan menjadi pemimpin serta perekat bangsa di tengah persaingan Pemilu dan Pilpres 2024.




Sementara itu di tempat terpisah, dalam keterangannya saat diwawancarai Awak Media, Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat - Forum Wartawan Berintelektual Indonesia (DPP - FWBI) Wesli Nadapdap SSi mengatakan, pihaknya sangat mendukung serta memberikan apresiasi atas kegiatan deklarasi Penolakan Kecurangan pada Pemilu/Pilpres 2024 saat ini, DPP FWBI menilai hal tersebut merupakan aksi spontanitas dari 'keresahan dan kekhawatiran' warga masyarakat sebagai anak bangsa dalam berupaya untuk menegakkan demokrasi di negeri ini dengan adil, baik, jujur dan demokrasi. Jangan sampai ada terjadi intimidasi, tekanan dengan dibawah 'ancaman' dan arahan kepada siapapun dan pihak manapun untuk memenangkan paslon tertentu.



“Bagi kita semua siapapun yang menang dalam Pilpres 2024 adalah putra terbaik bangsa. Pada kontestasi politik pemilu/ pilpres kali ini, namun yang menjadi konsentrasi perhatian kita adalah proses untuk pemilihan itu disusupi oleh pihak-pihak pejabat yang sangat 'Anti Demokrasi' karena diduga mulai banyak timbul tindakan kecurangan dan keberpihakan ke satu pasangan. Dan dugaan ada terjadi intimidasi, tekanan dengan dibawah 'ancaman' dan arahan dari Jejaring pemerintah untuk memenangkan paslon tertentu," ungkapnya.


"Hal ini yang harus tegas kita 'Lawan'. Sebab itu tidak sesuai dengan 'azas' Demokrasi,” tegasnya. (Red/Tim)

Leave A Reply