Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page


TANGERANG \|/ BANTEN, WARTAONE.CO.ID - Viral di media sosial (Medsos), calon anggota legislatif (Caleg) DPR RI yang diduga melakukan Kampanye dan mengangkut alat peraga kampanye (Apk) dengan memakai Mobil Plat Dinas Polri, namun hanya dikenakan Sangsi Tilang.



Sempat Beredar luas Sebuah video yang memperlihatkan sebuah mobil berpelat dinas Polri tengah mengangkut atau menurunkan atribut dan alat peraga kampanye salah seorang calon anggota legislatif (caleg). Bahkan, mobil yang dipasangi sirine dan strobo itu juga digunakan mengangkut baliho dan spanduk caleg.


Setelah diselidiki, peristiwa itu terjadi di daerah hukum Polresta Tangerang Polda Banten. Terang saja, Kapolresta Tangerang Kombes Pol Sigit Dany Setiyono langsung menindak lanjuti kejadian itu.


“Malam hari ini akan melakukan klarifikasi terkait video viral yang sempat beredar, dengan adanya kendaraan berpelat dinas Polri pada saat pelaksanaan kampanye,” kata Sigit, Sabtu 16 Desember 2023.


Sigit menyampaikan, upaya yang dilakukan adalah berkoordinasi dengan Bawaslu. Juga membangun koordinasi dengan Bidang Propam Polda Banten untuk menindaklanjuti hal itu.


“Kami sudah melakukan penindakan yaitu penertiban tilang terhadap pelanggar lalu lintas yaitu pelat nomor yang sudah kami copot. Termasuk penggunaan sirine, rotator, atau strobo yang sudah kami tertibkan,” ujar Sigit.


Sigit kemudian meminta Caleg Partai Demokrat Zulfikar yang hadir pada saat itu untuk menjelaskan terkait kendaraan yang menggunakan pelat dinas Polri, termasuk latar belakang peristiwa yang diduga merupakan tindakan pelanggaran pidana Pemilu.


Zulfikar adalah Anggota DPR RI aktif dan mencalonkan kembali di pemilu 2024 Fraksi Partai Demokrat, Menyampaikan klarifikasi terhadap video viral kendaraan dengan pelat nomor polisi yang digunakan untuk membawa alat peraga kampanye, ”Mobil itu merupakan mobil pribadi saya, dan bukan mobil dinas Polri,” kata Zulfikar


Dia melanjutkan, "pelat nomor Polri yang digunakan adalah pelat nomor dinas digunakan secara resmi yang didapatkan dari Polri, namun demikian, masa berlakunya saat ini sudah mati sejak juni 2023,” ucap Zulfikar.


Zulfikar menjelaskan, mobil itu digunakan oleh adik dan sopir pribadinya. Di dalam mobil, waktu peristiwa itu, ucap Zulfikar, Sedangkan dirinya berada di kendaraan lain.


Zulfikar menyampaikan permohonan maaf kepada Polri dan masyarakat atas tindakan yang telah terjadi, dan "kami siap bahwa kejadian ini ditindaklanjuti sesuai hukum dan peraturan perundangan yang berlaku,” tutur Zulfikar.


Dari hasil klarifikasi itu terungkap, pelat dinas Polri bukanlah pelat nomor asli mobil itu. Untuk strobo, rotator, pelat dinas Polri, dan STNK dinas Polri disita. Sedangkan untuk dugaan tindak pidana Pemilu, akan diserahkan ke Bawaslu Kabupaten Tangerang. (Red)

Leave A Reply