Seluruh Perangkat Desa Sampetan Diperiksa Kejari Boyoalali

WartaOne, Boyolali- Sebanyak sepuluh perangkat Desa Sampetan dipriksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Boyolali terkait adanya indikasi korupsi dana Alokasi Dana Desa (ADD) Tahun Anggaran (TA) 2014,pemeriksaan tersebut dilakukan secara tertutup di dua ruang yang berbeda.

Dari pantauan WartaOne, seluruh perangkat diperiksa terpisah dalam dua ruangan yang berbeda dimulai dari pukul 09.30 WIB sampai dengan 16.30 WIB. Namun dari seluruh perangkat Kepala Desa Sampetan Manan belum sempat diperiksa dikarenakan keterbatasan waktu.

Dalam pemeriksaan tersebut Kaur Pembangunan Surono, beserta Kadus III Kardi, beserta Pokmas Tumin, mereka dipriksa selama tiga jam, selesai hingga 13.00. Diruang yang berbeda juga pemeriksaan kedua yakni Carik Muhjoko dipriksa selama 1 jam selesai jam 10.30 WIB, disusul Bendahara Desa Jumadi dipriksa selama 2 jam, Selesai 12.00 WIB pemeriksaan ke empat giliran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dipriksa selama 3 jam Selesai jam 16.00 WIB.

Saat diwawancarai Muhjoko selaku carik, ia hanya diberikan 4 pertanyaan karena ia selaku carik tidak begitu mengetahui atas progam di tahun 2014 dikarenakan tidak terlalu difungsikan dalam program tersebut, “Ya saya hanya ditanya tentang funsi kerja saya di tahun 2014 dan saya katakan apa adanya, karena saya di program 2014 tidak terlalu difungsikan,”ujar Carik usai dipriksa beberapa waktu lalu.

Sementara Bendahara Desa Jumadi, saat ditanya agak tertutup oleh media sesekali ditanya ia hanya melempar senyum. Begitu pula dengan Kaur Pemerintahan Surono yang mengaku tidak banyak ditanya oleh pihak penyidik Kejari Boyolali.

Namun dari hasil pemeriksaan saksi pihak Kejari Boyolali belum bisa memberikan keterangan kepada media, dengan dalih masih pemeriksaan pertama dan saksi, “Ini hanya minta keterangan saja kepada perangkat desa dan ini masih saksi, harap bersabar inikan masih pemanggilan pertama saya harap bersabar,”Ujar Kepala Kejari Boyolali, I Zam-Zan saat dikonfirmasi melalui telfon seluler Kamis (09/06).

Dari informasi yang didapat pemanggilan terhadap Kepala Desa Sampetan Abdul Manan, sudah dilakukan pihak Kejari namun Kedes Manan, berhalangan hadir dikarenakan sedang sakit, barulah dihari Jumat (10/6), Kepala Desa memenuhi panggilkan Kejar. Sayangnya, saat di konfirmasi Kepala Desa Sampetan Abdul Manan melalui seluler tidak menjawab hingga berita ini diterbitkan. (Rici/rmp-red).

Subscribe

Ikuti informasi penting, menarik dan dekat dengan kita sepanjang hari, hanya di WartaOne.co.id

No Responses

Comments are closed.