Putusan Kasasi Mahkamah Agung, Batalkan Vonis Bebas Yance

WartaOne, Indramayu- Dirilis dari Website resmi Mahkamah Agung pada 4 Mei 2016, Majelis Hakim mengabulkan permohonan pemohon Kejaksaan Negeri Indramayu terhadap termohon Irianto MS Syafiuddin alias Yance dengan Nomor Register perkara 2862.K/PID.SUS/2015. Majelis hakim diketuai Surya Jaya S.H dengan anggota Leopold Luhut Hutagalung dan Mohammad Askin S.H, adapun Panitera Pengganti Agustina Dyah Prasetyaningsih memvonis Bekas Bupati Indramayu Yance dengan hukuman empat tahun penjara dan denda 200 juta 6 bulan kurungan,  majelis hakim meyakini Yance terbukti melakukan tindak pidana korupsi pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 UU No. 13/1999 sebagaimana telah diubah UU No. 20/2001 jo pasal 5 ayat(1) ke-1 KUHP Mark Up (penggelembungan harga) dalam pembebasan lahan seluas 85 hektar guna pembangunan PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) di Desa Sumuradem Kec. Sukra Kab. Indramayu Jawa Barat.

Sebelumnya, pada 1 Juni 2015 Yance sempat divonis bebas di Pengadilan Tipikor Bandung. Diawal persidangan JPU (Jaksa Penuntut Umum) yang digawangi Sarjono Turin S.H, Subhan S.H dan Juli Isnur S.H mendakwa Yance dengan pasal 2 ayat(1) jo pasal 18 UU No. 13/1999 sebagaimana telah diubah UU No. 20/2001 jo pasal 5 ayat (1) ke-1 KUHP, serta pasal 3 UU No.13/1999 sebagaimana telah diubah UU No. 20/2001 pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Tetapi kemudian JPU Sarjono Turin dkk didalam pembacaan tuntutannya hanya mendakwa Yance dengan pasal 3 saja, sedangkan pasal 2 dinyatakan oleh JPU tidak terbukti dilakukan Yance. Sarjono Turin dkk menuntut terdakwa (Yance) dengan hukuman 18 bulan penjara (1,5 tahun) Sarjono dkk dengan mempertimbangkan yang meringankan terdakwa belum pernah dihukum. JPU menganggap pasal 18 UU Tipikor dan pasal 55 KUHP dinyatakan tidak terbukti dalam dakwaan primernya.

Majelis Hakim yang diketuai Marudut Bakara memvonis bebas Yance, dengan pertimbangan fakta persidangan bahwa terdakwa (Yance) tidak terbukti memperkaya diri sendiri dan orang lain, selain itu majelis hakim tidak mempunyai data awal sebelum dan sesudah pembebasan tanah sesuai tuntutan JPU. ‘’Terbukti tidak menguntungkan diri sendiri dan orang lain, terdakwa tidak terlibat langsung kegiatan ini hanya menrima laporan,’’ jelas Hakim Marudut saat pembacaan vonis yance di bandung( 1 Juni 2015).

‘’Membebaskan terdakwa (Yance dari segala tuntutan dan membebaskan dari tahanan.’’ Tegasnya. Selain pembebasan Yance hakim memerintahkan agar Jaksa memulihkan hak, harkat, martabat dan kedudukan terdakwa ( Yance) .

Yance mendengarkan putusan majelis hakim dengan seksama, saat mendengar dirinya divonis bebas langsung sujud syukur dihadapan majelis hakim pengadilan tipikor Bandung. Tek terkecuali massa Pro Yance didalam ruangan sidang maupun diluar halaman pengadilan suara takbir bergemuruh, Polisi kewalahan menahan massa untuk masuk keruangan sidang harapan massa mengucapkan selamat langsung dengan Yance.

Kini, putusan kasasi Mahkamah Agung sudah keluar akankah Yance melawan keputusan kasasi tersebut. Awak media WartaOne menghubungi salah satu Tim Penasehat Hukum Yance, khalimi S.H lewat selulernya,’’ Kita belum mendapat salinannya, kalau iya kita tetap kordinasi dulu dengan pak Yance. Masih panjang mas. Kita bisa ajukan PK (Peninjauan Kembali).’’ Katanya (5/4/2016). (fhm/rmp-red)

Subscribe

Ikuti informasi penting, menarik dan dekat dengan kita sepanjang hari, hanya di WartaOne.co.id

No Responses

Comments are closed.