Kapolda: Hasnaeini saat ini masih berstatus saksi

WartaOne, Jakarta – Hasnaeni Moein, yang dikenal dengan sebutan “Wanita Emas”, dilaporkan oleh seorang pengusaha asal Papua ke Kepolisian Daerah Metro Jaya dalam kasus dugaan penipuan proyek pembangunan jalan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Tempo, bakal calon Gubernur DKI Jakarta ini diduga melakukan penipuan terkait dengan proyek pembangunan jalan di Jayapura pada 30 Mei 2014. Wanita Emas dilaporkan oleh Saleh, kuasa hukum pengusaha asal Papua itu Abu Arief Hasibuan

Polda Metro Jaya menyelidiki kasus penipuan yang dilaporkan oleh kuasa hukum direktur perusahaan, pada November 2014 lalu bernomor LP/4336/XI/2014/2014/PMJ/Dit Reskrimum.. Namun polisi baru menindaklanjutinya kembali baru-baru ini.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Moechgiyarto menyatakan”Ketika belum ada alat bukti, yaa kasus ‘dihentikan’ sementara, kalau sudah ada bukti baru dikembangkan lagi. Jika ada perkembangan informasi maka kita buka lagi,” ungkapnya saat ditanya wartawan mengapa baru ditindaklanjuti setelah setahun lebih.

yang diduga dilakukan oleh Mischa Hasnaeni Moein atau yang biasa dipanggil dengan sebutan Wanita Emas. Status wanita bakal calon gubernur DKI itu kini masih sebagai saksi.

“Dia kan dipanggil sebagai saksi. Kalau dipanggil saksi itu kan tidak langsung jadi tersangka,” ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Moechgiyarto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (13/4/2016).

Kapolda mengatakan, penyidik Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya masih mengumpulkan alat bukti terkait perkara penipuan dalam tender proyek pembangunan jalan di Jayapura itu.

“Kalau ditemukan minimal dua alat bukti, penyidik akan menggelar perkara tersebut baru nanti ditentukan apakah memenuhi unsur sebagai tersangka atau tidak,” ungkapnya.

Hasnaeni sendiri telah dipanggil dua kali oleh penyidik untuk dimintakan keterangannya dalam perkara tersebut. Namun Hasnaeni tidak pernah memenuhi panggilan tersebut.

“Kan saksi kalau dua kali dipanggil tidak ada dengan alasan yang tidak jelas, maka kita punya kewenangan untuk melakukan upaya paksa,” imbuh Moechgiyarto.

Adapun kronologis dugaan penipuan tersebut berawal pada Mei 2014. Abu Arief Hasibuan, yang merupakan Direktur Utama PT Trikora Cipta Jaya, dikenalkan oleh Arifin Abas Hutasuhut (almarhum). Saat itu, korban dijanjikan akan dimenangkan dalam sanggahan banding proyek pembangunan dua ruas jalan di Jayapura, dengan alasan Hasnaeni memiliki kenalan di Kementerian Pekerjaan Umum.

Berdasarkan informasi yang diperoleh WartaOne, bakal calon Gubernur DKI Jakarta ini diduga melakukan penipuan terkait dengan proyek pembangunan jalan di Jayapura pada 30 Mei 2014. Wanita Emas dilaporkan oleh Saleh, kuasa hukum pengusaha asal Papua itu, Abu Arief Hasibuan, pada 26 November 2014 atas dugaan pelanggaran Pasal 378 dan atau Pasal 372 KUHP tentang penipuan dan atau penggelapan.

Pada 30 Mei 2014, keduanya menandatangani surat perjanjian kerja sama. Saat itu, Abu Arief Hasibuan diminta membayarkan enam unit iPhone yang dibeli oleh Hasnaeni di Mall Ambasador senilai kurang-lebih Rp 30 juta.

Pada tanggal itu juga, Hasnaeni menerima cek BRI yang diserahkan Abu Arief Hasibuan senilai Rp 500 juta di Hotel Melawai I Blok M. Tak hanya itu, Hasnaeni juga menerima uang senilai Rp 200 juta yang ditransfer korban melalui ATM Mandiri ke kartu kredit BNI Hasnaeni, dan meminta Abu Arief membayarkan belanjaan Hasnaeni senilai Rp 21 juta di Zara Senayan City.

Pada 6 Juni 2014, Abu Arief kembali diminta Hasnaeni mentransfer uang ke rekening Bank Mandiri atas nama Muslim Mahmud, suami Hasnaeni, senilai Rp 200 juta.

ditransfer korban melalui ATM Mandiri ke kartu kredit BNI Hasnaeni, dan meminta Abu Arief membayarkan belanjaan Hasnaeni senilai Rp 21 juta di Zara Senayan City.

Namun Kementerian Pekerjaan Umum menyatakan sanggahan banding yang diajukan Abu Arief dianggap sebagai pengaduan. Sebab, sampai batas akhir masa sanggah, dia tidak menyampaikan jaminan sanggahan banding asli, sehingga tidak sesuai prosedur.

Dengan ditolaknya sanggahan banding itu, proses lelang pun terus berlanjut. Alhasil, proyek pembangunan dua ruas jalan tersebut pun jatuh ke tangan perusahaan lain. Atas hal itu, korban merasa dirugikan. Korban telah meminta Hasnaeni mengembalikan uang yang diberikan, tapi tidak pernah dipenuhi. Hasnaeni sendiri tidak lagi dapat ditemui setelah kasus tersebut.

[tmp/akbar/rmp-red]

Subscribe

Ikuti informasi penting, menarik dan dekat dengan kita sepanjang hari, hanya di WartaOne.co.id

No Responses

Comments are closed.