Kades Sukamaju ROSIDI, Diduga Pungli Pembuatan Sertifikat PRONA

WartaOne, Lampung Utara- Program pembutan sertifikat tanah kategori Program Agraria Nasional (Prona) tahun 2016 yang bebas biaya atau gratis di Kabupaten Lampung Utara diduga tidak terlaksana sebagaimana mestinya.

Pasalnya masih ada oknum Aparat Desa Sukamaju Abung Tinggi, Lampung Utara terindikasi melakukan pungli terhadap masyarakatnya sendiri.

Berdasarkan keterangan salah seorang warga Desa Sukamaju, Abung Tinggi kepada WartaOne,”benar mas kami mendapat sertifikat tahun 2016 dan kami langsung ngambil sendiri di lapangan Pemkab Lampung utara beberapa waktu lalu, namun kami harus membayar sebesar Rp. 350.000,- persatu buku sertipikat, Kami membayar di kantor desa Sukamaju bukan di kota bumi”

Atas dugaan pungli tersebut, Warga berharap agar pihak Pemda dan Bupati Lampung Utara  Agung Ilmu Mangkunegara serta pihak berwajib segera memeriksa dan memberi sanksi tegas kepada ROSIDI selaku kepala desa Sukamaju yang diduga melakukan pungli.

Sementara, Rosidi selaku kepala desa sukamaju ketika diminta tanggapan kepada WartaOne menjelaskan, pihaknya terpaksa mengenakan biaya kepada tiap warga yang hendak mengambil sertifikat prona, karena ada kewajiban ‘setor upeti’ pada pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten.

“Desa kami mendapat kan seratus buku sertipikat prona tahun 2016, namun belm trealisasi semua, dikarenakan masih ada kendala di BPN, anggap lah saya masih terhutang dengan BPN, jadi meskipun sedikit kita harus ngasih mereka, dari seratus buku sertifikat prona masih ada 35 buku sertipikat lagi yang belum diambil dan masih berada di kantor BPN Lampung Utara,”tutup Rosidi. (doni/rmp-red).

Subscribe

Ikuti informasi penting, menarik dan dekat dengan kita sepanjang hari, hanya di WartaOne.co.id

No Responses

Comments are closed.