Diduga Selewengkan Dana ADD, Mantan Kepala Desa Tanjungpura Indramayu Hanya Mendapat Teguran Saja

WartaOne, Indramayu- Berdasarkan hasil pemeriksaan BPK tahun anggaran 2014, No.37.C/LHP/XVIII.BDG/05/2015, terungkap adanya seorang mantan Kepala Desa Tanjungpura Kec. Karangampel Kab. Indramayu-Jawa Barat, diduga selewengkan Dana ADD (Alokasi Dana Desa).

Diketahui dalam pemeriksaan BPK, Desa Tanjungpura telah menerima dana ADD TA 2014 dengan dua (2) kali tahapan sebesar Rp 138.606.000,00. Tetapi Tarsono saat menjabat Kepala Desa tidak menyampaikan LPJ (Laporan Pertanggungjawaban) dalam penggunaan dana ADD tahap I dan tahap II.

Selain itu, terungkap dalam daftar usulan rencana kegiatan ADD desa Tanjungpura diketahui dana sebesar Rp 138.606.000,00, yang direncanakan akan digunakan untuk Belanja Aparatur dan Pemerintah Desa sebesar Rp 41.582.000,00. Serta rencana Belanja Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat sebesar Rp 97.024.000,00.

Adapun Belanja Aparatur dan Pemerintah Desa telah direalisasikan dari pencairan dana tahap I dengan bukti pertanggungjawaban sebesar Rp 12.254.080,00. Sedangkan Belanja Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat salah satu diantaranya berupa pembangunan saluran Irigasi sepanjang 260 meter dengan lokasi pekerjaan yang sudah ditetapkan Site-plan. Terungkap pada 9 april 2015, BPK melakukan pemeriksaan dilapangan ternyata pembangunan saluran irigasi tersebut tidak pernah dilaksanakan.

Hal itu mengakibatkan penggunaan dana ADD oleh Tarsono selaku Kepala Desa Tanjungpura Indramayu disinyalir merugikan keuangan daerah sebesar Rp 98.630.920,00 dengan perhitungan (Rp 110.885.000,00 – Rp 12.254.080,00.).

Saat WartaOne menemui mantan Kepala Desa Tanjungpura Tarsono tidak berada dikediamannya, Awak WartaOne menghubungi lewat selularnya, saat dikonfirmasi dasil temuan BPK tersebut Tarsono membantahnya,’’ Dana 30.000.000,00 bukan 98 juta pak, dan  itu saya sudah mengembalikan ke kas Desa pak, itu sudah selesai dan duitnya sudah dikembalikan kepada pejabat Kuwu/kepala Desa yang baru,’’ kata Tarsono (senin, 27/6/2016).

Menurut Tarsono, dana yang diakui sebesar Rp 30.000.000,00, bukan sebesar Rp 98.630.920,00, menurutnya sudah dikembalikan melalui Kepala BPMD, Camat dan Ketua AKSI (Asosiasi Kuwu Seluruh Indramayu) Kuwu/Kepala Desa Tarkani.’’ Pak, saya sudah ada serah terima dengan Kuwu yang baru dan sudah tidak ada masalah dilapangan dimasyarkat saya sudah dua tahun lengser, kenapa diotak-atik sudah tidak ada masalah.’’ Katanya.

Menurut Tarsono pengembalian dana tersebut melibatkan pejabat-pejabat daerah Kab. Indramayu‘’ saya sudah ada bukti pengembalian ke kas Desa, pengembalian fisik TPT itu. Lebih jelasnya melalui Pak Joko (Kepala BPMD-Red), Camat  dan Kuwu Tarkani ( Ketua Aksi-red) sudah Clear semua masalah birokrasi dan juga sudah ada serah terima dengan Ibu Anna (Bupati Indramayu) juga, bukan 98 juta pak.’’Jelasnya.

Saat Awak WartaOne mengkonfirmasi Kepala BPMD Joko Pranomo tidak berada ditempat.’’ Pak Kepala Dinas sedang keluar mas, nanti kesini lagi saja ya,’’ kata salah satu Stafnya.

Menurut Dukomen yang diterima Awak WartaOne, saat diperiksa BPK Kepala BPMD ( Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa) menjelaskan, pihaknya sudah melakukan langkah-langkah penyelesaian dengan menyampaikan teguran kepada Tarsono sebagai Kepala Desa Tanjungpura, juga melakukan pemblokiran rekening Kas Desa yang didalamnya tersisa saldo Rp 27.721.000,00, dan melaksanakan proses pertanggungjawaban atas kegiatan ADD berupa SPJ (Surat pertanggungjawaban) belanja Aparatur pemerintahan Desa dan Lembaga kemasyarakatan Desa. (fhm/rmp-red)

Subscribe

Ikuti informasi penting, menarik dan dekat dengan kita sepanjang hari, hanya di WartaOne.co.id

No Responses

Comments are closed.